Pikiran yang terbelah

Bila korupsi, kolusi dan nepotisme diliat sebagai dosa, maka tiap-tiap individu memiliki caranya masing-masing untuk mencapai dosa yang sama: berkhianat atas kesetiaan pasangan, sexual affairs, menyakiti perasaan sesama, adalah contoh dimana duduk perkara tersebut cendrung sering dipandang bukan sebuah dosa. Oleh karena itu, sering kita lihat bagaimana orang menghakimi pelaku korupsi akan tetapi pada waktu yang bersamaan, dan ini naif, dia juga tidak mengindahkan norma-norma sosial yang berlaku.

Sebagaimana tiap sudut pandang bisa berubah haluan dalam waktu yang tak tentu, demikianlah kita, Indonesia, akan menggambarkan keindonesiaan. Dengan ilmu dan pengetahuan, sudut pandang itu akan mendudukkan isu-isu internal-eksternal negara sejelas-jelasnya.

About Halili

Indonesian student of Master of Language Studies at Flinders University, South Australia.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s